horor sepulang les

Yoan adalah remaja kelas 2 SMA, blesteran Jerman-Jawa, tubuhnya yang seksi menjadi daya tarik semua pria,
saat itu Yoan pulang berjalan kaki sendirian sepulang dari les, jarak tempat les ke rumahnya memang tidak begitu jauh, jadi dia memutuskan berjalan kaki saja, dia tidak menyadari kalo ada 3 pasang mata yang mengawasinya,
Sampai di jalan yg sepi, Yoan kaget karena tiba” ada mobil yang berhenti di dekatnya, dari dalam mobil muncul 2 orang lelaki yang segera menghampiri dan menyeretnya masuk ke mobil

“Tolong !!” teriak Yoan minta tolong, tapi tidak digubris oleh pria itu mala pria itu membalas mengancamnya “Diem !! atau kamu aku bunuh dan mayatmu aku mutilasi” ancamnya, Yoan yang mendengar ancaman itu langsung diam, dia takut, tak terasa air matanya jatuh di pipi. Kini di dalam mobil Yoan bersama 3 orang pria, 2 orang yang menyeretnya, dan 1 lagi duduk di balik kemudi, Pria” itu adalah preman yang sudah keluar masuk penjara, mereka adalah Caplin,Jambrong, dan Gundul, muka mereka seram jauh dari kesan tampan

sekitar 15 menit perjalanan, mobil itu berhenti, mereka telah sampai tujuan, Yoan diseret oleh Jambrong dan Gundul keluar dari mobil, mereka telah sampai di sebuh gudang tua yang tidak terawat, Gundul dan Jambrong menyeret Yoan ke dalam gudang itu, sedang Caplin mengikuti di belakangnya, setelah masuk di gudang itu, Yoan melihat sekeliling, ruangan yang mengap itu dipenuhi oleh botol” miras, dan ada sebuah kasur tua berada di pojokan

Gundul mencengkeram tangan kanan Yoan, sementara Jambrong memegang tangan kirinya, tubuh Yoan mereka seret ke kasur yang berada di pojokan, “Giliran gue dulu ya” Caplin buka suara,Caplin pun mendekati Yoan, Yoan ketakutan, dan ia pun menangis “mau apa pak ? tolong ampuni saya” Yoan mohon ampun, tapi Caplin tidak peduli, dia sudah dibakar nafsu, Caplin mulai meremas payudara Yoan

kemudian Caplin membuka baju Yoan dengan paksa, kini Yoan sudah telanjang bulat, semua orang ditempat itu takjub dengan keindahan tubuh Yoan, perlahan Caplin menyentuh kulit payudara Yoan, “Tolong pak, jangan pak !” Yoan memelas, “Yoan sayang, tenang ya, dijamin nikmat deh” Caplin berseloroh, dia terlihat bernafsu sekali

begitu pula dengan Gundul dan Jambrong, mereka yang masih memegang tangan Yoan mengambil kesempatan untuk menjilati payudaranya, kemudian Caplin menuju ke vagina Yoan, dengan penuh nafsu dijilatinya vagina Yoan “aaah … mau apa?” Yoan mulai terangsang, “ah…ah…aaah” Yoan berteriak kecil merasakan rangsangan di klitorisnya

perlahan tubuh Yoan menggelinjang kesana kemari, keringatnya makin deras membasahi tubuhnya, sampai akhirnya vaginanya memuncratkan cairan, ke dalam mulut Caplin, Caplin tidak membiarkan Yoan istirahat, Caplin lalu memegang pinggul Yoan yang lemas kemudian memutar tubuhnya, kini posisi Yoan telungkup “nah, siap” ya neng” Caplin berujar sambil mengangkat pinggul Yoan sampai dalam posisi menungging

Caplin langsung melesatkan penisnya ke vagina Yoan, wajah Yoan terkejut sambil menahan tangis, ukuran penis Caplin yang tergolong besar memaksa masuk ke vagina Yoan yang sempit itu, setelah seluruh penis Caplin masuk dalam lubang vagina Yoan, ia membiarkan Yoan mengambil nafas sejenak, tapi Caplin tidak membiarkan Yoan berlama lama, perlahan dia memompa penisnya di vagina Yoan, lama-lama gerakan penis Caplin semakin cepat, sambil terus memompa penisnya, Caplin memainkan tangannya menjelajahi pantat Yoan yang mulus

kemudian Jambrong maju mendekati Yoan, ia berdiri di depan wajah Yoan, “aaahh cukup pak” Yoan memohon pada Jambrong, Jambrong membuka mulut Yoan, dengan nafsu membara ia memaksa penisnya masuk ke bibir mungil Yoan “isep !! ayo isep !!” paksa Jambrong, karena ketakutan Yoan hanya pasrah menerima batang penis Jambrong menembus bibirnya, besarnya penis Jambrong tampak memenuhi mulut Yoan, kini mulut dan vagina Yoan dipompa dua batang penis, Gundul yang belum dapat giliran mulai mendekati Yoan juga, lalu dia memposisikan dirinya di atas punggung Yoan, seolah dia sedang naik kuda, Gundul meletakkan penisnya di punggung Yoan, sambil kemudian digesekan, tangan Gundul menjelajahi payudara Yoan yang tergantung bebas, tiga orang sekaligus menikmati tubuh Yoan

Caplin yang menikmati vagina Yoan terus memompa dengan cepat, kemudian Caplin berejakulisi di dalam vagina Yoan, sperma yang keluar dari penisnya mengalir melalui vagina Yoan, seketika itu juga Yoan bergumam sambil menaikan pinggulnya, ia orgasme, Caplin kemudian menyikir, posisinya digantikan Gundul, dengan mudah penis Gundul memasuki vagina Yoan, Gundul terus memompakan penisnya, Sementara itu Jambrong terlihat akan berejakulasi, dia semakin keras menyodokan penisnya ke mulut Yoan, tak berapa lama penisnya menyemburkan isinya, Yoan gelagapan menerimanya, sebagian besar sperma Jambrong telah ditelannya, tak berapa lama setelah Jambrong klimak, Gundul juga menyemprotkan spermanya, bersamaan dengan itu Yoan juga mendapatkan orgasmenya yang kesekian kali, setelah mengatur nafas ketiga preman itu memakai kembali pakaiannya dan pergi meninggalkan Yoan sendiri, setelah preman itu meninggalkannya, Yoan terlihat menjilati sperma yang tertinggal di tubuhnya sambil sedikit tersenyum “sepertinya aku menikmatinya” batin Yoan,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *